Contact us now
+6289-774455-70

Ringan Langkah ke Thollabul Ilmi

Kemarin saat membuka Facebook saya lihat status seorang teman yang streaming sebuah pengajian. Live. Saya tahu dia selalu melakukan hal demikian.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Tapi kali ini iseng saya buka link live-nya. Lho kok ada di Buduran, Sidoarjo. Saya tahu rumahnya di Ketintang, Surabaya. Nggak seperti biasanya. Biasanya streaming hanya pengajian di masjid sekitar rumahnya.

Saya kirim WA, menanyakan keheranan hal ini. Tak langsung dijawab. Ya, dia kan sedang mengikutinya pengajian. Lama datang jawaban. Dia mengatakan sekarang dia rajin datang ke pengajian meski itu di luar kota. Dia sebutkan kota-kotanya.

Saya tahu sudah setahun ini dia pensiun. Waktu yang lebih banyak memungkinkan hal demikian. Dan dia semakin enteng saja meski jauh atau pengajian bakda Subuh. Bisa dibayangkan bangun jam berapa untuk persiapan dan perjalanan seperti ke pengajian bakda Subuh di Buduran itu.

Memang kalau Allah sudah menggerakkan langkah kakinya, enteng saja orang berangkat ke pengajian. Meski itu jauh. Tentu mereka sudah ada niat, Allah membantunya.

Sebaliknya meski rumahnya dekat masjid, selemparan batu, kalau tak ada niat ya tidak akan ke sana. Dan Allah membiarkan saja. Tak membantunya untuk meringankan langkahnya untuk thollabul ilmi.

Pernah suatu ketika saat mengikuti thollabul ilmi, saya lihat ada ‘orang baru’. Tidak pernah melihat sebelumnya. Ternyata rumahnya di Manukan, padahal kajian ini di Gunung Anyar.

Antara rumah dan tempat kajian ini bertolak belakang. Manukan itu ujung barat Surabaya dan Gunung Anyar itu ujung timur Surabaya. Entah berapa jaraknya. Mungkin lebih dari 20 km. Dan rutenya membelah kepadatan kota yang penuh kemacetan.

Lagi dengan sebuah kajian lain. Ada orang yang rajin datang ke sebuah pengajian bakda Subuh padahal jaraknya cukup jauh. Beda kecamatan. Ya, sekitar lebih dari 10 km.

Ya, mereka patut bersyukur. Niat baik mereka, diijabahi Allah dan didukungNya. Sehingga mereka diringankan langkahnya untuk menuju ke kebaikan. Thollabul ilmi.

Maka sebaiknya kita masukkan dalam doa-doa kita, agar dibantu Allah untuk diringankan langkah dan tangan kita ke kebaikan. Seperti salah satunya, thollabul ilmi ini. [TSA, 9/1/2022 pagi]

~~~
*Mochamad Yusuf dapat ditemui di http://www.enerlife.id

One Comment - Leave a Comment
  • Iyoes Sammutz -

    Ya betul. Ini kadang aneh ya. Yang dekat malah nggak datang. Yang jauh malah datang. Berarti bukan masakah dekat dan jauh, meski itu berpengaruh. Tapi masalah kemauan dan hidayah.

  • Leave a Reply

    %d bloggers like this: