Contact us now
+6289-774455-70

Kubah [11]: Manusia Sukses Adalah Manusia Bermanfaat Bagi Yang Lain

Betapa dahsyatnya! Ternyata ketika ada manusia buruk yang meninggal dunia malah disyukuri oleh makhluk lain. Mereka bahagia dengan kematian manusia ini. Mereka bisa lega dan hidup damai dari gangguan dan kerusakan yang ditimbulkannya.

Read More

Enerlife [12]: 3 Golongan Manusia Memandang Hidupnya

Yang kedua adalah yang selalu memandang ke masa depan. Mereka selalu mematok harapan dan target di hari esok. Mereka selalu memiliki impian besar yang ingin diraih. Karenanya mereka bekerja keras untuk meraihnya. Waktu yang ada selalu dipikirkan untuk meraih masa depan itu.

Read More

Kubah [7]: Raih Bahagia Dengan Tanpa Iri

Nabi Musa ragu untuk mendekati orang tua itu. Dia ragu, apakah orang tua ini layak masuk surga. Tapi karena dia orang pertama yang dilihatnya saat mau keluar kota, maka seharusnya orang tua inilah yang akan menjadi tetangganya di surga.

Read More

Enerlife [9]: Memanfaatkan Sisa-sisa Waktu

Karena itu saya berpikir bagaimana mengoptimalkan waktu yang berjalan. Namun ini sulit. Karena semua sudah berjalan sesuai dengan rencana. Misal makan, tidur, bekerja. Saya tidak mungkin menghilangkannya.

Read More

Kubah [6]: 3 Kunci Hidup Bahagia Dunia Akhirat

Hidup dengan penuh lilitan hutang hanya akan membuat hidup terasa sesak. Tidak ada perasaan bahagia. Dapat bayaran tidak bahagia, karena habis untuk membayar hutang. Dapat proyek juga tidak dapat membuatnya bahagia.

Read More

Rahasia Rezeki (107): Penghambat Rezeki dari Rumah

Tinggal di rumah seperti ini seakan tinggal di neraka. Tidak krasan. Namun keluar dari rumah, tidak ada tempat yang pas untuk bisa melabuhkan hati dan badan. Bila demikian, rezeki semakin menjauh.

Read More

Rahasia Rejeki (44): Hanya Bersalam Rejeki Lancar

Setelah pintunya terbuka, sebelum melangkah masuk dia berucap salam, “Assalammualaikum.” Saya heran melihat dia melakukan ini, bukankah sudah jelas rumahnya kosong. Mengapa harus mengucap salam?

Read More

Rahasia Rejeki (17): Ibu Yang MalangRahasia Rejeki (17): Ibu Yang Malang

Saya tak bisa membayangkan bagaimana perasaan wanita itu. Anak kandungnya yang telah dilahirkan, dibesarkan sampai tega melakukan hal ini. Apakah anaknya menginginkan ibunya meninggal saja? Dan langsung hilang bagaikan sampah di tumpukan sampah yang menggunung itu?

Read More

Rahasia Rejeki (17): Ibu Yang Malang

Saya tak bisa membayangkan bagaimana perasaan wanita itu. Anak kandungnya yang telah dilahirkan, dibesarkan sampai tega melakukan hal ini. Apakah anaknya menginginkan ibunya meninggal saja? Dan langsung hilang bagaikan sampah di tumpukan sampah yang menggunung itu?

Read More

Saling Melihat Orang Lain Lebih Bahagia

“Lihatlah Bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu. Meskipun mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa cepat di rumah. Tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah”.

Read More