Contact us now
+6289-774455-70

Memaksimalkan Sisa-sisa Waktu

Setiap bangun pagi ada sesuatu yang saya sesalkan. Yakni apakah waktu kemarin sudah saya manfaatkan secara optimal. Jangan-jangan waktu kemarin itu berjalan sia-sia.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Bila waktu itu adalah uang maka dengan uang itu saya dapat membeli sesuatu. Jadi merenung, sudah berapa banyak barang yang sudah saya beli? Dan apakah barang-barang itu bernilai tinggi?

Jangan-jangan tidak banyak yang saya beli. Itupun dengan nilai yang rendah.

Setiap bangun pagi, saya mengingat apa saja yang sudah saya kerjakan kemarin. Hmm.. kegiatan rutin seperti makan, tidur, mengantar anak sekolah, berangkat kerja, kerja, pulang kerja. Ada lagi?

Kalau tidak ada, ini yang saya sesalkan. Bila ada tambahan lain, misal menulis sebuah artikel, membaca buku, ikut kajian thollabul ilmi, silaturrahmi, maka saya senang. Ada sesuatu yang lain dan itu bernilai.

Karena itu saya berpikir bagaimana mengoptimalkan waktu yang berjalan. Namun ini sulit. Karena semua sudah berjalan sesuai dengan rencana. Misal makan, tidur, bekerja.

Saya tidak mungkin menghilangkannya. Mengurangi porsinya mungkin. Tapi ini tidak selamanya baik.

Yang benar adalah memanfaatkan sisa-sisa waktu. Atau mengoptimalkan waktu luang. Misal jam istirahat bekerja. Atau setelah pulang kerja. Atau sebelum waktu bekerja.

Memang tetap ada kegiatan lain. Tapi di waktu ini biasanya ada waktu luang. Misal jam istirahat bekerja ada 1 jam yang dapat digunakan untuk makan, beristirahat dan shalat. Tapi saya yakin kegiatan ini tidak sampai menghabiskan waktu 1 jam. Pasti ada waktu luang.

Untuk itu maka saya menetapkan target. Target yang saya jadikan pedoman seperti ini.
1. Di sela waktu jam istirahat bekerja, saya gunakan untuk membaca.
2. Setelah shalat Subuh, masih bersarung, berpeci dan di atas sajadah, saya gunakan untuk menulis atau membaca serta memahami Al Qur’an.
3. Saat menunggu saya gunakan untuk membaca.
4. Waktu luang cukup panjang, saya gunakan untuk silaturrahmi atau mengikuti kajian thollabul ilmi.
5. Dan lain-lain.

Untuk bisa menjalankan rencana ini dengan lancar, perlu persiapan. Maka di tas saya selalu ada buku untuk membaca. Ada tablet Android untuk menulis. Dan ada catatan apa saja yang harus dikerjakan bila ada kesempatan.

Semoga dengan persiapan dan jadwal ini semua, saya dapat mengoptimalkan waktu yang ada. [TSA, 12/1/2022 Subuh]

Bagaimana menurut Anda?

~~~
* Mochamad Yusuf dapat ditemui di http://www.enerlife.id

One Comment - Leave a Comment
  • Leave a Reply