Contact us now
+6289-774455-70

Istiqomah Itu Berat

Setiap hari saya punya jadwal rutin yang harus saya lakukan. Salah satunya adalah mengaji ayat-ayat Al Qur’an yang sama temanya. ODOT, One Day One Theme. Tidak banyak sebenarnya. Mungkin sekitar 5 ayat-an. Bisa kurang atau lebih.

Namun saat waktu terbatas sering ODOT kalah prioritas dibanding kegiatan rutin saya yang lain. Misal mengaji 1 halaman setiap hari. Ini saya ikut beberapa program seperti ini. Juga mengaji 10 halaman (1/2 juz) per hari. Dulu sempat juga ikut program 2 halaman (1 lembar) per hari. Semuanya harus dibaca terjemahannya juga.

Ternyata berat juga untuk selalu disiplin. Seperti ODOT itu. Terakhir saya sampai ketinggalan selama 4 bulan. Meski terlambat, saya tidak mau menyerah atau melakukan pemutihan. Saya cicil setiap harinya lebih banyak. Alhamdulillah, hari ini sudah sesuai jadwal lagi. Hehehe.

Istiqamah memang berat. Karena itu Allah cinta pada ibadah ini. Rutin dilakukan setiap hari. Karena supaya mudah dilakukan, tidak perlu banyak/besar/berat.

“Maka tetaplah kamu (pada jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertaubat bersama kamu. Dan janganlah kalian melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kalian kerjakan.” [QS Hud/11: 112]

Karena istiqamah itu berat, menurut Rasulullah SAW itu perintah yang cukup berat. Ibnu ‘Abbas RA berkata,

“Tidaklah ada satu ayat pun yang diturunkan kepada Rasulullah SAW yang lebih berat dan lebih susah daripada ayat ini. Oleh karena itu ketika beliau ditanya, “Betapa cepat Engkau beruban.” Beliau menjawab, “Yang telah membuatku beruban adalah surat Hud dan surat-surat semisalnya.”

(Lihat Tafsir aL-Qurthubi 9/107. Akhir perkataan Ibnu ‘Abbas semisal dengan apa yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 3297 dan yang lainnya. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam ash-Shahihah no. 955.)

Karena berat itu akhirnya beberapa program saya lepas. Tapi meski begitu tidak saya lepas semua. Saya merasa mampu melakukannya. Atau harus saya utamakan. Lha hidup hanya sekali. Kenapa tidak mengutamakan membaca Al Qur’an? Hehehe.

Mungkin ke depan saya akan lebih disiplin dan manajemen waktu lebih rapi lagi. Misal: mengaji 1/2 juz setelah Subuh. Program lainnya bisa setelah Dhuhur dan lainnya setelah Maghrib. Kelihatan mudah ngomongnya. Hehehe. Tapi Insya Allah kalau ada keinginan, pasti bisa terlaksana.

Semoga tidak tertinggal lagi program ODOT-nya. Aamiiin.

One Comment - Leave a Comment
  • Leave a Reply