Contact us now
+6289-774455-70

Cinta Kasih Bapak Lewat 3 Pohon

Suatu ketika sesaat mulai menempati rumah ini, Bapak dan Ibu datang bersama mobil Anggunanya. Saya lupa persisnya. Ya mungkin sekitar 2001.

Di belakang mobil ada beberapa tanaman yang dibawa. Saya lupa apa saja. Yang saya ingat ada 3 pohon yang nantinya jadi besar. Cemara, Belimbing buah dan sebangsa Akasia (tak tahu namanya).

Pohon Akasia ditebang 2006 saat bikin jalan baru untuk motor. Dan Belimbing dipotong habis 2020 kemarin. Dipotong karena daunnya memenuhi atap garasi. Sering bikin mampet aliran air di genteng.

Yang terakhir Cemara. Saya pertahankan lama, karena tahu di sini banyak burung tinggal dan bersarang. Saya ingat sebuah hadits, barangsiapa memberikan kehidupan pada makhluk hidup, maka yang menanam akan mendapat amal jariyah.

Setelah lebih dari 20 tahun pohon itu sudah sangat tinggi. Entah sudah berapa meter. Sepertinya pohon paling tinggi di kompleks perumahan kita.

Maka dengan berat hati, beberapa hari lalu 22 Juli 2021, kami tebang habis. Sebelumnya saya konsultasi dan minta izin dulu ke Ibu. Bapak sudah wafat. Ibu menyetujui.

Saya berharap meski ketiganya sudah ditebang, amal jariyah itu masih mengalir ke Bapak. Saat menulis ini, air mata saya mengalir, merasakan kasih sayang Bapak meski kami sudah hidup pisah.

Saya tak minta pohon itu. Tapi Bapak sendiri yang membeli, membawa bahkan menanamnya di rumah kita. Supaya rumah anak sulungnya jadi asri, teduh dan indah.

Terima kasih Bapak. Terima kasih Ibu. Semoga amal jariyah kalian terus mengalir dan menjadi bekal terbaik saat di akhirat nanti. Semoga kami juga bisa meneladani untuk anak-anak kami kelak. Aamiiin.

 1,008 total views,  1 views today

One Comment - Leave a Comment
  • Leave a Reply

    %d bloggers like this: