Contact us now
+6289-774455-70

Terima Kasih Banyak Ustadz Aris

Saya menemani beliau ke Malaysia untuk mengajar Al Qur'an untuk murid-muridnya di sana.Saya bertemu pertama kali dengan Ustadz Ir Aris Gunawan sekitar 6 tahun lalu. Yakni saat mengikuti kajian rutin di masjid Al Da’wah yang dekat rumah saya. Saat itu beliau mengajarkan ODOT, One Day One Theme.

ODOT adalah mengumpulkan ayat-ayat yang sama, mirip, serupa atau membahas hal yang sama. Mulai di sinilah saya mengetahui konsep RLQ yang menjadi temuannya. Konsep yang sudah mendapat hak cipta ini, adalah menggeneralkan semua ayat-ayat Al Qur’an dan dihubung-hubungkan seperti ODOT itu.

Maka di sinilah saya mengetahui ada cara mudah untuk memahami Al Qur’an. Kita tahu Allah membahas sesuatu secara berserakan di berbagai surat. Kalau kita tidak tahu secara general sebuah ayat, maka dapat berbahaya.

Seperti ayat ini yang sering digunakan kaum munafik dan kafir: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Sabi’in, siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.” QS 2:62

Namun setelah itu putus karena beliau tidak mengajar di sana lagi. Sempat vakum lama. Sampai suatu ketika saya diWA oleh Ustadz Aris untuk mengikuti kajiannya. Yakni di YLQ. Karena dekat dan ada kesempatan, soalnya waktunya di hari dan jam kerja, maka saya mengikutinya.

Di sini saya lebih intens belajar dengan Ustadz Aris. Bila sebelumnya cuma sebulan sekali, di sini tiap minggu sekali. Di sinilah saya belajar lebih dalam konsep RLQ ini. Beliau sudah menulis puluhan buku terkait metodenya ini.

Mulai saat itu rasanya saya lebih kenal dan dekat dengan Al Qur’an. Sebelumnya saya sudah puas dengan hanya baca Arabnya saja. Maka mulai saya biasa baca terjemahannya. Dan mulai pula mempelajari Al Qur’an dari berbagai bukunya.

Ternyata dari sini saya mulai banyak paham dengan Al Qur’an. Sayangnya saat sudah mulai semakin banyak belajar, Ustadz sakit. Lalu pengajiannya berhenti.

Dan pagi ini beliau meninggal dunia. Saya menyesal kok tidak kenal beliau sejak dulu. Sehingga lebih dapat memahami konsep RLQ tersebut dengan tuntas.

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Semoga ilmu bermanfaatnya mengantar beliau ke surga.

Ket. foto:
Saya menemani beliau ke Malaysia untuk mengajar Al Qur’an untuk murid-muridnya di sana.

Leave a Reply

%d bloggers like this: