Contact us now
+6289-774455-70

Sangkakala Kematian Media Offline?

Sangkakala Kematian Media Offline?Mulai bulan ini keluarga kami tidak berlangganan koran. Kami suka membaca maka sejak dulu kami berlangganan. Bahkan waktu kuliah saya sudah berlangganan 2 koran dengan uang sendiri. Waktu itu saya sudah punya pendapatan dengan memberikan les privat.

Koran yang kami langgan itu harga langganannya naik. Ironisnya jumlah halamannya malah berkurang. Koran itu sekarang hanya terdiri 2 section.

Section 1 terdiri 3 lembar, 12 halaman. Sedangkan section 2 terdiri 2 lembar, 8 halaman. Dulu section 2 ini masih 3 lembar. Bahkan dulu koran ini terdiri dari 3 section.

Yang berlangganan juga sedikit. Koran yang diantar hanya beberapa. Diselipkan saja. Mungkin karena sedikitnya, lopernya ogah-ogahan. Datangnya sering telat.

Saya kira yang berhenti berlangganan tidak kami saja. Dan mungkin terus bertambah. Maka oplah koran semakin turun.

Lha terus kemana orang mendapatkan berita? Dari internet.

Sebaliknya dengan koran, internet semakin banyak berlangganan. Saya amati dalam kurun pandemi ini saja banyak orang yang mulai berlangganan internet.

Padahal langganan internet lebih mahal dari koran. Yang sudah berlangganan pun nengupgrade kecepatannya seperti kami.

Internet sudah jadi kebutuhan pokok. Lebih dibutuhkan daripada koran. Koran offline mulai ditinggalkan, tapi koran online mulai banyak dibaca.

Tapi bisa jadi sekarang ancamannya bukan kompetitor media lain. Ancamannya adalah perilaku masyarakat yang berubah. Mereka tidak ingin berita hardnews, tapi berita di balik berita seperti Youtube atau IG TV.

Kenyataannya anak-anak muda sekarang lebih banyak lihat Youtube daripada berita. Kita lihat saja nanti..

Leave a Reply

%d bloggers like this: