Contact us now
+6289-774455-70

Perlukah Telpon Rumah?

aktivitas bertelponTerakhir-terakhir ini saya berpikir, perlukah saya mencabut langganan telpon rumah punyanya Telkom? Telpon ini saya miliki sejak punya rumah. Bahkan sudah ada sebelum saya tinggal, alias masih direnovasi.

Nggak besar sih tagihannya. Ya, sekitar 40.000-an. Hanya sekedar bayar abonemen.

Justru itu, saya berpikir apa nggak mubazir? Sudah bayar, tapi tidak dipakai. Terima telpon pun juga jarang. Karena biasa terima telpon di HP. Bahkan sekarang komunikasi suarapun lewat WhatsApp.

Mungkin karena itu banyak orang memutuskan langganan telpon Telkomnya. Saya ingat dulu saat Zidan ada program Hello Kring di sekolah, daftar telponnya kebanyakan telpon rumah. Program Hello Kring ini adalah antar siswa telpon untuk mengingatkan shalat.

Sekarang saat Zelda, di sekolah yang sama, dari daftar telpon hanya 2 yang pakai telpon rumah. Semuanya pakai HP. Itu berarti 30 dari 32! Berarti orang-orang suda memutuskan telpon rumahnya.

Jadi menghitung-hitung untung ruginya mempertahankan telpon rumah. Bagaimana menurut Anda?

One Comment - Leave a Comment
  • Leave a comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    %d bloggers like this: