Contact us now
+6289-774455-70

Krisis Ke-2 Yang Lebih Hebat

Semakin banyak tawaran belajar lewat online baik gratis maupun berbayar. Ini saat saya berbagi tersebut lewat daringSemakin banyak orang yang saya kenal yang terdampak Covid-19. Bukan sebagai penderita yang positif. Tapi sebagai korban yang terdampak ekonominya.

Ada teman yang menghubungi saya untuk berhutang sekedar untuk kebutuhan keluarga yang tidak seberapa. Ada teman yang berniat menjual rumahnya karena sudah tidak tahu harus berbuat apa. Ada teman yang dipercepat pensiunnya dan bisnisnya tak jalan karena ada krisis ekonomi ini.

Belum lagi cerita orang-orang yang tidak saya kenal. Seperti teman wali santri Gontor yang sudah 3 bulan dirumahkan. Dia menulis di grup Gontor untuk cari pekerjaan. Dan masih banyak lagi yang lain..

Begitu beratnya cobaan bagi teman-teman itu, sampai ada yang minta saran ke saya wirid apa yang harus banyak dibaca. Karena wirid yang sudah dilakukan sepertinya tidak mempan.

Krisis ini hampir sama dengan krisis yang dulu pernah kita alami. Krisis Moneter 1997-1998. Banyak yang terdampak. Bahkan saya lihat masih ada yang belum recovery sampai sekarang.

Padahal krisis moneter itu lebih berdampak pada perusahaannya besar dan konglomerat. Perusahaan kecil dan UMKM tetap survive. Sedangkan krisis ekonomi sekarang ini semuanya terdampak. Besar, sedang, kecil termasuk UMKM terdampak.

Maka bagi kita yang belum terdampak, banyaklah bersyukur. Bentuknya dengan menolong yang terdampak semaksimal mungkin sesuai kemampuan.

Berikutnya harus mengantisipasi dengan perubahan. Adaptasi. Adaptasi inilah yang membuat makhluk hidup survive.

Kuncinya mau berubah, tidak malas, membuka jaringan dan belajar. Belajar pada siapa saja dan apa saja. Siapa tahu apa yang dipelajari adalah solusi saat ini. Mari bersyukur, bersabar dan berubah.

Bagaimana pendapat Anda?

(Ket. foto: semakin banyak tawaran belajar lewat online baik gratis maupun berbayar. Ini saat saya berbagi tersebut lewat daring)

Leave a Reply

%d bloggers like this: