Contact us now
+6289-774455-70

Antara Rukyat & Hisab: SUSAHNYA RUKYAT MELIHAT HILAL DI NEGERI TROPIS Indonesia | Ust AKH. MUKARRAM

Tahun ini ada perbedaan dimulainya bulan Ramadhan. Ada yang memulai Sabtu 2 April dan ada yang Ahad 3 April 2022. Islam menggunakan penanggalan hijriyah yang mendasarkan lamanya bulan mengitari bumi. Sehingga relatif lebih cepat daripada lamanya penanggalan matahari.

Bumi, matahari, bulan dan benda langit lainnya taat pada Allah bergerak menurut garis edar yang sudah ditentukan Allah. Sehingga hal ini bisa dijadikan patokan waktu. Waktu dimulainya bulan baru, termasuk Ramadhan dan berhaji. Juga waktu dimulainya sholat.

“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” QS 10:5

Dalam menentukan awal bulan ada 2 perhitungan. Pertama hisab, dengan perhitungan. Dan kedua rukyat dengan melihat bulan secara fisik. Mari kita ikuti bagaimana mekanisme rukyat yang ternyata sulit dan rumit. Tak hanya pakar di ilmu astronomi, tapi juga harus menguasai ilmu matematika khususnya trigonometri: sinus, cosinus, tangen, cotangen (sesuatu yang dulu kita hindari saat sekolah, ihik-ihik).

Semoga dengan mengetahui mekanisme dan sulitnya melakukan rukyat ini, ibadah kita semakin khusyuk, karena memahami bagaimana mengetahui dimulainya Ramadhan. Tak saling menyalahkan. Yang awal tak menyalahkan yang akhir dan yang akhir tak menyalahkan yang awal.

Mari kita simak ceramah yang diuraikan dengan detil oleh Ustadz Drs AKH. MUKARRAM, M.Hum. Beliau adalah ketua divisi Hisab dan Falak Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Timur di sini.

Leave a Reply