Contact us now
+6289-774455-70

Taruna Teladan

taruna ngajar ngajiIni sebenarnya foto yang diupload seorang teman, Brahmanto Anindito, di Instagramnya, @braindito. Dia mau menunjukkan dedikasi guru ngaji yang luar biasa. Selalu datang, tidak pernah telat meski santri yang datang seorang, tidak digaji tapi tiap Kamis malah bawa kue.

Tapi perhatian saya pada Taruna ATKP (Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan) Surabaya (sebelah kanan). Menurut teman di hari tertentu dia juga membantu mengajar. Masjid ini memang dekat kampus ATKP meski bukan sekompleks.

Sebagai wali taruna PPI (Politeknik Penerbangan Indonesia) Curug, saya tahu kenapa dia ngajar di hari tertentu. Karena taruna tidak bisa keluar asrama saban waktu. Hanya hari tertentu.

Yang membuat saya salut dia menggunakan waktu liburnya yang terbatas itu untuk mengajar mengaji. Padahal wajar sebagai Taruna yang kegiatannya hampir 24 jam, libur sepekan sekali dipakai benar-benar refreshing.

Salut padanya!
(URL foto:

View this post on Instagram

Rapelan berita terhangat. Di Riau, beberapa #WaliSantri tidak terima anak mereka dikeluarkan dari pondok lantaran nakal. Seorang #ustaz dipukul. . Di Malaysia, #WaliMurid menyuruh seorang #ustazah merangkak keliling kelas sebagai balasan anaknya disetrap di #sekolah. . Di Sleman, guru-guru tersangka kasus Susur Sungai SMPN 1 Turi digiring di kantor polisi tanpa rambut dan alas kaki. Menurut keterangan resmi, cukur gundul ini inisiatif para #guru itu sendiri biar bisa berpenampilan sama dengan tahanan lain. ?? . Di Twitter, pemuda-pemuda sukses berlomba-lomba pamer ke gurunya. Cuitan mereka kurang-lebih, "Terima kasih buat guru yang pernah bilang saya tergoblok di kelas. Lihat! Sekarang, saya S-3. Bapak/Ibu sendiri pendidikannya sekarang apa?" . Duh. Ngelus dada. Guru memang bukan sosok sempurna. Tapi segitu sulitnyakah respek ke guru-gurumu? Atau ke guru-guru anakmu? Padahal, mereka itu sumber ilmu. Sumber inspirasi. . Buat aku, inspirasi nggak harus dari orang besar atau tokoh viral. Dari #GuruNgaji anak-anakku pun bisa. Ustazah berkacamata ini, contohnya. Rumahnya 3 kiloan dari masjid, tapi nggak pernah absen. Meski hujan, libur sekolah, tanggal merah, atau muridnya cuma satu, beliau tetap ngajar. . Seakan prinsipnya, "Hujan? Halah, jangan manja! Kan naik motor, bukan jalan kaki. Kan ada jas hujan. Kan ada payung." Dan seterusnya, dan seterusnya. . Padahal, beliau nggak mau dibayar. Sudah gitu, setiap Kamis bagi-bagi kue. Ngajar empat hari per pekan, nggak diberi, malah memberi. Itu keren, menurutku. Kepengin niru. . Makanya, pas blogku kena suspend gara-gara dituduh menyimpan malware minggu lalu, aku teringat ustazah ini. Jangan sampai niat berbagi jadi terhenti. . Tapi gimana bisa berbagi kalau blognya aja ter-suspend? Halah, jangan manja! Kan ada blog-blog yang lain. Kan ada LinkedIn. Kan ada IG. Kan ada podcast. Dan seterusnya, dan seterusnya. . Tapi ya tetep, blognya harus dipulihkan! ? . #duniapendidikan #ustadz #ustadzah #adabdanakhlak #ngajiakhlak

A post shared by Brahmanto Anindito (@braindito) on

One Comment - Leave a Comment
  • Leave a comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    %d bloggers like this: