Contact us now
+6289-774455-70

Mengaji Sampai Menangis

tafsir-ibnu-katsirBersyukur kemarin sudah menuntaskan membaca Al Qur’an 30 juz. Ini program khusus hasil resolusi Ramadhan tahun ini. Satu hari 1 juz. Alhamdulillah, dalam 20 hari sudah khatam. Berarti lebih 1 juz seharinya.

Ada yang menarik khataman kali ini. Pertama, saya memulai mengaji di lantai atas di depan kebun. Ternyata enak. Terasa asri, angin sepoy-sepoy dan teduh karena kicauan burung.

Kedua, ini agak aneh. Meski tidak sampai nangis, kadang-kadang saya menitipkan air mata saat membaca Al Qur’an. Saya tidak dapat bahasa Arab.

Jadi sebenarnya tidak paham artinya saat saya baca tersebut. Kadang penasaran, saya lirik selintas terjemahannya. Apakah pas untuk menitikkan air mata?

Ketiga, kadang terbayang 3 wajah teman sekolah yang sudah meninggal dunia beberapa waktu lalu. Teman yang cukup dekat saat melakukan banyak kegiatan. Bahkan salah satunya 2 minggu sebelum meninggal, saya ke rumahnya.

Termasuk kadang terlintas ingatan pada Bapak. Saat beliau membaca Al Qur’an dulu. Dan bertanya-tanya, bagaimana Bapak dulu bisa survive menghidupi keluarganya dan menyekolahkan anaknya setinggi mungkin. Meski Bapak hanya seorang sopir bemo.

Ya, khataman saat ini memang unik. Sekarang saatnya membaca tafsir Ibnu Katsir. Semoga tuntas sebelum hari raya. Mohon doanya. Aamiiin.

Leave a Reply

%d bloggers like this: