Contact us now
+6289-774455-70

Kenapa Saya Pilih Shakira Sebagai Pendamping

Karena itu saya memulai pencarian ponsel berAndroid dengan harga maksimal 1,5 jt. Itu pun ditambah persyaratan harus merk global. Artinya perusahaan pembuat desainnya itu ada di negara lain.

Oleh: Mochamad Yusuf*

Saat saya harus beli ponsel baru, saya putuskan mencoba ponsel ber-OS Android. Ini terjadi ketika ponsel Nokia saya rusak dan saat dicoba diperbaiki, biayanya sangat besar. Maka saya putuskan dijual dan membeli yang baru.

Sekarang yang jadi masalah, tipe ponsel apa yang harus saya beli? Karena budget yang saya sediakan maksimal Rp 1.500.000. Ya, memang sejak pertama kali memiliki ponsel saya mematok maksimal budget untuk beli ponsel adalah Rp 1.500.000.

Bukannya tak bisa beli di atas harga itu. Tapi saya ‘tak tega’ mengeluarkan uang di atas itu hanya untuk ponsel. Meski ponsel yang saya beli selama ini selalu saya optimalkan dengan berbagai fungsinya, saya merasa sayang mengeluarkan banyak uang untuk membeli ponsel.

Beberapa alasan saya tak mematok anggaran besar untuk ponsel:

1). Depresiasi ponsel sangat tinggi. Dalam waktu beberapa bulan bahkan beberapa minggu, harga bisa turun drastis. Seorang teman pernah mengeluh bahwa ponsel yang dibelinya 2 minggu lalu sekarang sudah turun sejuta-an. Dia menyesal sekali.

2). Ponsel barang yang mobilitasnya sangat tinggi. Bisa mudah hilang entah jatuh, ketinggalan atau terpaksa hilang karena dicuri, dicopet dan lainnya. Saya sendiri beberapa kali mengalami hal ini. Kalau ponsel mahal, rasanya sayang sekali.

3). Bendanya kecil dan rentan, maka resikonya besar untuk rusak. Jatuh atau masuk ke selokan, bisa rusak. Dan tak semua kerusakan digaransi, misal masuk ke selokan itu. Sehingga kalau diperbaiki dengan biaya sendiri, bisa mahal biayanya. Rasanya sayang seperti kasus ponsel Nokia saya di atas.

Karena itu saya memulai pencarian ponsel berAndroid dengan harga maksimal 1,5 jt. Itu pun ditambah persyaratan harus merk global. Artinya perusahaan pembuat desainnya itu ada di negara lain. Meski mungkin tetap dibuat di Cina. Tapi desain dan developmentnya harus tetap di negara itu.

Ini beda dengan ponsel merk lokal. Mereka cuma menempelkan merk saja. Tak ada desain dan development yang dilakukan. Maka bisa saja, jeroan ponsel sama persis dengan ponsel merk lokal lain. Beda hanya casing.

Saat itu sekitar setahun lalu. Belum banyak pilihan. Yang ada hanya 3 tipe. Yakni Samsung Galaxy Mini, LG Optimus Me dan Sony Ericsson X8. Ada mungkin dari merk ZTE dan Huawei. Tapi sementara merk global negara Cina ini saya abaikan.

Mulailah saya membandingkan spesifikasi dan membaca berbagai review khususnya dari internet. Termasuk mencoba langsung ponsel contoh di booth-nya masing-masing.

Akhirnya saya putuskan membeli tipe ponsel Sony Ericsson X8 Shakira. Shakira adalah nama kode yang diberikan Sony Ericsson pada tipe ponsel ini.

Alasan saya memilih Shakira:

1). Kedalaman warna sudah 16 juta warna. Yang lain baru 256 ribu. Ini akan terasa kalau melihat video, foto dan bermain game.

2). Kerapatam resolusi layar sudah HVGA, 480 x 320 pixel. Dengan resolusi selebar ini melihat video, foto dan bermain game akan semakin mantab.

3). Nama besar Sony yang terkenal pembuat sebagai pemutar musik Walkman, maka saya menebak kualitas audionya pasti mantab. Dan ternyata terbukti demikian. Bahkan menurut pengalaman saya, audionya paling mantab dari semua ponsel yang saya miliki.

Namun Shakira juga memiliki kelemahan dibanding pesaingnya:

1). Lebar layarnya hanya 3 inch. Dia lebih kecil daripada Galaxy Mini yang sudah 3,14 inch. Ini tentu kurang leluasa khususnya bagi ponsel menggunakan konsep layar sentuh. Meski begitu, X8 masih lebih baik daripada Optimus Me yang 2,8 inch.

2). OS yang disediakan oleh pabriknya hanya 2.1 (Eclair). Sedangkan pesaingnya sudah Froyo (2.2). Kelemahan Eclair tidak bisa menginstall aplikasi di memory eketernal. Padahal memory internel kecil. Namun saya pikir, kelmahan ini nantinya bisa saya tutup dengan menginstall sendiri OS custom yang tidak resmi.

Dan selama hampir pemakaian setahun ini, saya puas dengan performa Shakira. Harga terjangkau namun puas dengan kualitasnya. Hehehe.

Spesifikasi teknis Sony Ericsson X8 Shakira:

2G Network GSM 850 / 900 / 1800 / 1900,
3G Network HSDPA 900 / 2100 HSDPA 850 / 1900 / 2100
BODY Dimensions 99 x 54 x 15 mm
Weight 104 g
DISPLAY Type TFT capacitive touchscreen, 16M colors
Size 320 x 480 pixels, 3.0 inches (~192 ppi pixel density)
MEMORY Card slot microSD, up to 16GB, 2GB included
Internal 128 MB storage, 168 MB RAM
DATA GPRS Up to 85.6 kbps
EDGE Up to 236.8 kbps
Speed HSDPA, 7.2 Mbps; HSUPA, 2 Mbps
WLAN Wi-Fi 802.11 b/g
Bluetooth Yes, v2.1 with A2DP
USB Yes, microUSB v2.0
CAMERA Primary 3.15 MP, 2048×1536 pixels
FEATURES OS Android OS, v1.6 (Donut), upgradable to v2.1
Chipset Qualcomm MSM7227
CPU 600 MHz ARM 11
GPU Adreno 200
Messaging SMS (threaded view), MMS, Email, Push email, IM
Radio Stereo FM radio with RDS
GPS Yes, with A-GPS support
BATTERY Standard battery, Li-Po 1200 mAh
Stand-by Up to 446 h (2G) / Up to 476 h (3G)
Talk time Up to 4 h 45 min (2G) / Up to 5 h 40 min (3G)
Music play Up to 23 h 40 min

[TSA, 22/05/2012 subuh]

~~~
*Mochamad Yusuf adalah online analyst, pembicara publik IT, host radio, pengajar sekaligus praktisi TI. Aktif menulis dan beberapa bukunya telah terbit. Yang terbaru, “Jurus Sakti Memberangus Virus Pada Komputer, Handphone & PDA”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya, http://yusuf.web.id atau di Facebooknya, http://facebook.com/mcd.yusuf .

Leave a Reply